Scroll untuk baca artikel
General

Tuliskan Pengertian Kliping: Kegunaan, Kelebihan, dan Kekurangan

×

Tuliskan Pengertian Kliping: Kegunaan, Kelebihan, dan Kekurangan

Sebarkan artikel ini
Tuliskan Pengertian Kliping: Kegunaan, Kelebihan, dan Kekurangan
Tuliskan Pengertian Kliping: Kegunaan, Kelebihan, dan Kekurangan

Hallo Sobat Jaya, Apa Itu Kliping?

Tulisan ini akan membahas tentang Kliping, yaitu salah satu teknik monitoring media yang umum dilakukan oleh institusi atau perusahaan. Melalui Kliping, informasi penting dapat diambil dari berbagai sumber media, baik cetak maupun online. Dalam proses ini, informasi yang terkait dengan kebijakan, publikasi, atau kampanye dapat dianalisis dan dievaluasi, sehingga dapat menjadi strategi untuk meningkatkan kinerja organisasi.

Pada dasarnya, Kliping adalah proses pemantauan media massa yang mencari, mengumpulkan, dan mengevaluasi informasi dari media massa berdasarkan tema atau kategori tertentu. Selain itu, Kliping juga dapat membantu institusi atau perusahaan untuk mengumpulkan informasi terkait perusahaan dan pihak pesaing, situasi pasar, tren, atau isu-isu yang berkaitan dengan bisnis.

Apabila kita memahami konsep berita sebagai suatu informasi yang menyajikan fakta, opini, dan pandangan, Kliping dapat membantu mengelompokkan jenis informasi yang diinginkan, sehingga dapat dijadikan sebagai sumber informasi yang aman dan terpercaya bagi institusi atau perusahaan. Melalui teknik Kliping tersebut, informasi lebih mudah untuk diidentifikasi dan dilacak, serta memudahkan upaya analisis dan evaluasi terhadap informasi terkait.

Kelebihan dan Kekurangan Kliping

Pada prinsipnya, teknik Kliping memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan yang harus dipahami dan diketahui oleh setiap pengguna. Mari kita bahas satu per satu.

Kelebihan Kliping

  • Memudahkan pengumpulan informasi dari berbagai media massa
  • Meningkatkan efektivitas kinerja karena memudahkan pencarian informasi
  • Membantu analisis dan evaluasi terhadap informasi yang diperoleh sehingga dapat menjadi bahan untuk pengambilan keputusan
  • Meningkatkan pemahaman terhadap situasi pasar dan tren yang berpotensi memberikan dampak terhadap institusi atau perusahaan
  • Memudahkan pembuatan laporan dan penyusunan presentasi
  • Memungkinkan memperoleh informasi secara cepat dan akurat
  • Memudahkan perusahaan/ institusi untuk memonitor strategi komunikasi pesaing atau perusahaan yang menjadi referensi dalam informasi yang dicari.

Kekurangan Kliping

  • Ketepatan waktu dalam pendataan informasi tidak selalu sesuai harapan
  • Kualitas informasi yang dirangkum dapat dipertanyakan
  • Biaya yang harus dikeluarkan tergolong besar bagi perusahaan atau institusi.
  • Dalam pelaksanaannya, Kliping membutuhkan sumber daya yang memadai
  • Kegiatan Kliping tidak mudah karena banyak sumber media yang berbeda
  • Risiko kesalahan teknis dalam membaca dan mencatat informasi
  • Informasi yang dirangkum mungkin terbatas karena ada beberapa media massa yang tidak dirangkum oleh pihak yang melakukan Kliping

Penjelasan Lebih Detail Mengenai Kliping

Untuk memahami teknik Kliping secara detail, mari kita bahas beberapa poin penting berikut:

Definisi Kliping

Kliping adalah kegiatan mengumpulkan semua informasi yang berkaitan dengan organisasi/perusahaan yang dipublikasikan di berbagai media massa. Pengumpulan informasi ini dilakukan secara berkala dan didistribusikan ke seluruh departemen yang terkait.

Tujuan Kliping

Tujuan Kliping adalah untuk memantau pers, aktivitas pesaing, situasi pasar, tren, dan isu-isu lainnya yang berkaitan dengan bisnis perusahaan. Selain itu, Kliping juga membantu perusahaan dalam mengadvokasi kepentingannya melalui media massa dan mencari berbagai informasi untuk mendukung keputusan bisnis.

Kegunaan Kliping

Kegunaan Kliping adalah sebagai berikut:

  • Memperoleh informasi terkini mengenai isu tertentu
  • Memantau aktivitas pesaing
  • Memperoleh informasi terkait kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah
  • Memperoleh cara pandang dari masyarakat dan konsumen terhadap produk / layanan yang diberikan oleh instansi/perusahaan
  • Mengetahui wacana yang terjadi di media besar tentang instansi/perusahaan tertentu dengan tujuan melakukan perbaikan atau evaluasi, dan memberikan feedback positif atau negatif mengenai instansi/perusahaan tersebut
  • Memperoleh bahan laporan dan presentasi guna meningkatkan kinerja instansi/perusahaan

Cara Kerja Kliping

Kegiatan Kliping dilakukan dengan cara menyediakan sumber daya yang memadai, seperti tim yang terdiri dari media analyst, software khusus Kliping, dan sumber daya manusia yang menguasai bidang Pemasaran, PR, dan Jurnalistik. Penanggung jawab Kliping harus mengembangkan sistem pencarian yang akurat dan efisien untuk mengambil informasi yang diunduh dari database yang berfokus pada topik tertentu atau mengambil dari sumber media tertentu.

Jenis-Jenis Kliping

Jenis-Jenis Kliping dibagi menjadi empat macam, yaitu:

  • Traditional / manual clipping
  • Monitoring media elektronik
  • Online clipping service
  • Do-it-yourself clipping

Perbedaan Antar Kliping dan Media Monitoring

Kliping dan media monitoring seringnya digunakan dalam satu konteks, namun sebetulnya keduanya memiliki perbedaan. Kliping berfokus pada tugas mencari informasi, sementara media monitoring lebih berfokus pada pemantauan dan pengukuran kinerja publikasi dari suatu brand atau produk perusahaan. Kliping lebih efektif untuk mencari berita, opini, atau pandangan yang berkaitan langsung dengan bisnis atau organisasi yang sedang dicari, sedangkan media monitoring lebih efektif untuk mengukur efektivitas dari seluruh kegiatan komunikasi yang dilakukan instansi/perusahaan.

Kesimpulan

Dalam dunia bisnis, teknik Kliping dapat menjadi strategi pemasaran yang efektif untuk memperoleh informasi mengenai pesaing atau situasi pasar. Kliping dapat membantu instansi/perusahaan untuk mempercepat proses pengambilan keputusan, meningkatkan efektivitas kinerja, dan mengembangkan strategi bisnis yang lebih baik. Dalam pelaksanaannya, Kliping membutuhkan sumber daya manusia yang memadai, sistem pencarian yang efektif, serta biaya yang cukup besar. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk melakukan Kliping, instansi/perusahaan harus mempertimbangkan biaya dan manfaat yang akan diperoleh dari teknik ini.

Pertanyaan Umum Mengenai Kliping

Apa saja jenis-jenis Kliping yang umum dilakukan?

Ada empat jenis Kliping yang umum dilakukan, yaitu Traditional/manual clipping, monitoring media elektronik, online clipping service, dan do-it-yourself clipping.

Apa bedanya Kliping dengan media monitoring?

Perbedaan antara Kliping dan media monitoring adalah: Kliping memusatkan pada tugas pencarian informasi, sementara media monitoring lebih difokuskan pada layanan pemantauan dan pengukuran kinerja publikasi dari suatu brand atau produk perusahaan.

Apakah Kliping efektif untuk pemantauan media secara online?

Ya, Kliping efektif untuk pemantauan media secara online karena sumber media online termasuk media massa, dan konten online lebih mudah dibagikan.

Bagaimana cara mengoptimalkan kinerja Kliping?

Untuk mengoptimalkan kinerja Kliping, tim Kliping harus memastikan pengumpulan informasi dilakukan secara berkala, dengan menggunakan sistem pencarian yang efektif dan memadai resource manusia.

Apakah Kliping harus dilakukan setiap hari?

Tidak selalu dilakukan setiap hari, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan dan strategi bisnis.

Bagaimana cara menyusun laporan Kliping?

Untuk menyusun laporan Kliping, perlu diketahui tujuan terkait pengumpulan informasi, kategori konten yang ingin diaransemen, Dapat didistribusikan melalui format video atau laporan tertulis yang dapat dihasilkan melalui software khusus Kliping.

Apakah penggunaan sumber autopilot bisa terintegrasi dengan Kliping?

Penggunaan sumber autopilot masih belum sepenuhnya dapat diintegrasikan dengan Kliping, karena penggunaan sumber autopilot masih memiliki tingkat akurasi yang rendah.

Apa saja kendala yang dihadapi saat Kliping?

Beberapa kendala yang dihadapi saat Kliping adalah kurangnya keterampilan analisis tim Kliping, sumber daya manusia yang kurang menguasai bidang Pemasaran, PR, dan Jurnalistik, dan kualitas informasi yang didapat terkadang tidak selalu terpercaya.

Apakah Kliping sebaiknya dilakukan secara manual atau menggunakan software?

Karena penggunaan software dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pengumpulan informasi, sehingga sebaiknya dilakukan secara elektronik.

Apa dampak penggunaan Kliping terhadap perusahaan?

Penggunaan teknik monitoring kliping, dapat membantu institusi dan perusahaan dalam pengembangan produk, pemasaran, dan promosi produk, meningkatkan kinerja, serta meningkatkan brand awareness. Selain itu, dapat memberikan informasi lebih lengkap kedalam kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah dan perkembangan pasar yang terjadi saat ini.

Kesimpulan dan Saran

Sebagai teknik monitoring media yang efektif, Kliping membantu institusi atau perusahaan dalam mengumpulkan informasi penting terkait dengan kebijakan, publikasi, atau kampanye. Proses Kliping dilakukan secara berkala dan mengevaluasi informasi dari media massa. Akan tetapi, Kliping juga memiliki kekurangan seperti biaya yang cukup mahal, kesalahan teknis dalam membaca dan mencatat informasi serta kualitas informasi yang dirangkum yang dapat dipertanyakan. Oleh karena itu, sebelum melakukan Kliping, instansi/perusahaan harus mempertimbangkan biaya dan manfaat yang akan diperoleh dari teknik ini. Dalam kesimpulannya, Kliping adalah teknik monitoring media yang efektif dan penting bagi institusi atau perusahaan, dengan mengimbangi kelebihan dan kekurangannya.

Sebagai saran, implementasi Kliping harus dilakukan secara terus-menerus, dengan melakukan evaluasi dan perbaikan. Selain itu, institusi/perusahaan harus memanfaatkan teknologi dan software khusus Kliping untuk membantu pengumpulan informasi secara efisien dan efektif. Terakhir, instansi atau perusahaan harus memastikan tim Kliping mempunyai kompetensi yang memadai untuk melakukan Kliping.

Disclaimer

Tulisan ini disusun untuk tujuan informatif dan edukatif semata. Informasi yang dibagikan dalam artikel ini didapat dari berbagai sumber yang terpercaya dan sesuai dengan pengetahuan penulis pada saat artikel ini ditulis. Penulis tidak bertanggung jawab atas konsekuensi apapun yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini, sebaik-baiknya pembaca melakukan pengecekan sumber dan referensi tambahan untuk memastikan kesesuaian informasi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *